Jumat, 01 November 2013

BERITAJAKARTA.COM — 01-11-2013 14:31
Harapan ratusan warga penghuni rumah susun sewa (Rusunawa) Angke, Tambora, Jakarta Barat, untuk bisa tinggal di rusun yang nyaman sebentar lagi bakal segera terwujud seiring dimulainya pelaksanaan groundbreaking pembangunan rusunawa oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.

Selama ini, kondisi rusunawa tersebut sudah tak layak lagi ditempati. Selain karena faktor usia, banyak fasilitasnya yang sudah rusak.

“Rusunawa Tambora ini memang sudah seharusnya diremajakan karena usianya yang sudah 30 tahun lebih. Bangunan dan fasilitasnya sudah banyak yang rusak hingga sudah tidak layak huni,” ujar Joko Widodo, Jumat (1/11).

Jokowi menambahkan, nantinya rusunawa akan dibangun sebanyak tiga tower, yaitu tower A, B, dan C dengan masing-masing tower 16 lantai. Dananya mengunakan anggaran multiyears sebesar Rp 170 miliar dan diperkirakan selesai September 2014. Nantinya, penghuni lama akan mendapat prioritas tinggal di tempat tersebut.

Tingginya rusun hingga 16 lantai, tutur Joko Widodo dikarenakan sulitnya mencari lahan sehingga pihaknya memilih membangun secara vertikal. Namun, ada fasilitas lift, sehingga warga tak perlu capek-capek naik tangga manual.

“Total dengan tiga tower dengan jumlah sebanyak 546 unit. Rusun tersebut akan dihuni oleh penghuni lama yang pindah untuk sementara. Sisanya untuk warga yang kepentingannya mendesak, salah satunya yang tinggal di bantaran kali yang terkena pembongkaran,” jelas Jokowi.

Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, Yonathan Pasodung menambahkan, pembangunan tiga tower rusunawa akan dilakukan pada lahan seluas 6.975,7 meter persegi dengan luas bangunan 2.673,3 meter persegi.

“Rusun lama tipe 21. Rusun baru nanti tipe 30 dengan ukuran 5x6 meter dengan dua kamar tidur, ruang makan, ruang tamu, ruang dapur, ruang jemuran dan toilet satu unit,” ucap Yonathan.

Pihaknya menyebutkan, saat ini sudah ada sebanyak 470 kepala keluarga (KK) penghuni lama yang terdaftar. Mereka pun telah melakukan kontrak dengan Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI.

“Karena ukurannya lebih besar, sewanya juga akan mengalami kenaikan,” tandas Yonathan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar